Prof. Zudan Lepas 25 Kafilah BKN: Jaga Nama Baik Institusi di MTQ KORPRI 2026
Jakarta, 10 Agustus 2026 — Dalam suasana yang penuh kehangatan dan semangat keislaman, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. secara resmi melepas 25 orang kafilah BKN yang akan berlaga dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KORPRI 2026. Acara pelepasan yang berlangsung di Auditorium BKN Pusat Jakarta ini menjadi momen yang sarat makna, menghadirkan doa bersama, semangat kebersamaan, dan pesan-pesan berharga dari pimpinan institusi.
Ke-25 kafilah BKN yang dikirim dalam MTQ KORPRI 2026 ini merupakan hasil seleksi ketat yang telah berlangsung selama beberapa bulan sebelumnya. Mereka mewakili berbagai cabang perlombaan yang dilombakan dalam MTQ KORPRI, mulai dari Tilawatil Quran, Tahfidz (Hafalan Al-Quran) berbagai tingkatan, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Kaligrafi, dan Tilawah Al-Quran tingkat anak-anak.
Pesan Mendalam dari Prof. Zudan
Dalam sambutannya yang disampaikan dengan penuh ketulusan dan kehangatan, Prof. Zudan menyampaikan setidaknya tiga pesan utama kepada 25 kafilah BKN yang akan berlaga:
Pertama — Jaga marwah dan nama baik BKN: "Kalian membawa nama institusi ini ke pentas kompetisi nasional. Jadilah representasi terbaik dari apa yang BKN cita-citakan: aparatur yang profesional, berintegritas, dan berkarakter mulia. Di manapun kalian berada dalam kompetisi ini, jagalah sikap, tutur kata, dan perilaku kalian agar selalu mencerminkan nilai-nilai yang kami junjung tinggi di BKN," ujar Prof. Zudan.
Kedua — Kompetisi adalah sarana, bukan tujuan akhir: Prof. Zudan menegaskan bahwa memenangkan kompetisi bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan kafilah BKN di MTQ KORPRI 2026. Yang jauh lebih penting adalah proses yang telah dijalani dalam mempersiapkan diri — menghafal, mengkaji, memahami, dan menghayati kandungan Al-Quran. "Juara sejati adalah mereka yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup sehari-hari, bukan hanya saat di panggung perlombaan," tegasnya.
Ketiga — Jadikan MTQ sebagai momentum peningkatan kualitas diri: Pengalaman berlaga di MTQ KORPRI, bertemu dengan peserta dari berbagai instansi, dan berada dalam suasana yang kental dengan nilai-nilai keislaman, harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai ASN dan sebagai hamba Allah. "Pulang dari MTQ ini, saya harapkan kalian menjadi ASN yang lebih baik, lebih amanah, dan lebih bersemangat dalam melayani rakyat," pungkasnya.
Profil Kafilah BKN MTQ KORPRI 2026
25 kafilah yang dikirim BKN dalam MTQ KORPRI 2026 ini berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan BKN pusat, serta beberapa kantor regional BKN yang dinilai paling siap. Mereka telah melalui serangkaian seleksi ketat yang meliputi tes kemampuan baca Al-Quran, tahfidz, dan kemampuan dalam bidang lomba masing-masing.
Di antara 25 kafilah tersebut, terdapat sejumlah wajah yang sudah berpengalaman dalam event MTQ di tingkat instansi maupun tingkat yang lebih tinggi. Namun ada pula beberapa pendatang baru yang berhasil membuktikan diri melalui proses seleksi yang ketat — bukti bahwa BKN senantiasa memberikan kesempatan yang adil bagi setiap ASN yang memiliki potensi dan tekad kuat untuk mengembangkan kemampuannya.
Makna Strategis MTQ KORPRI bagi BKN
MTQ KORPRI merupakan event yang jauh lebih dari sekadar kompetisi keagamaan di kalangan PNS. Bagi BKN sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan ASN seluruh Indonesia, keikutsertaan aktif dalam MTQ KORPRI memiliki makna strategis yang penting. BKN ingin menunjukkan bahwa institusinya tidak hanya unggul dalam hal teknis pengelolaan kepegawaian, tetapi juga kuat secara spiritual dan bermoral luhur.
Hal ini sejalan dengan visi BKN yang ingin mewujudkan ASN Indonesia yang profesional sekaligus berintegritas. Integritas yang sejati tidak bisa dipisahkan dari fondasi spiritual yang kuat dan karakter moral yang terbangun dari penghayatan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan dan Target di MTQ KORPRI 2026
BKN menargetkan untuk meningkatkan prestasi dibandingkan keikutsertaan di MTQ KORPRI sebelumnya. Dengan persiapan yang lebih matang dan sistematis, serta kafilah yang telah melalui seleksi yang lebih ketat, BKN optimis dapat meraih hasil yang membanggakan di berbagai cabang perlombaan.
Namun, sekali lagi, Prof. Zudan menekankan bahwa target prestasi haruslah dipahami dalam konteks yang benar. Prestasi terbaik yang ingin dicapai BKN di MTQ KORPRI 2026 bukan semata-mata tentang jumlah medali atau piala yang dibawa pulang, melainkan tentang kualitas pengalaman yang didapat, pembelajaran yang diperoleh, dan transformasi karakter yang terjadi pada setiap kafilah yang berlaga atas nama BKN dan Aparatur Sipil Negara Indonesia.
Setelah acara pelepasan yang berlangsung hangat dan penuh doa ini, 25 kafilah BKN berangkat dengan semangat yang menggelora, membawa nama institusi dan mengharumkan citra ASN Indonesia di pentas MTQ KORPRI 2026.
